Fotografer Khusus VS Fotografer All Rounder, pilih mana?
Setiap fotografer memiliki cara tersendiri dalam memulai karirnya di bidang fotografi. Ada yang memulai dengan mencoba segala jenis genre fotografi, ada pula yang memulai dengan sudah mengkhusus pada satu genre. Segala teknik fotografi dipelajari, mulai dengan memahami segitiga exposure hingga mengeksplorasi ide-ide unik yang baru.
Pengalaman menggunakan gear atau lebih dikenal dengan kamera, juga menjadi awal memulai peruntungan di bisnis fotografi. Ada yang memulai dengan kamera APS-C, ada pula yang langsung menggunakan kamera full frame. Tidak kalah juga dengan lensa yang dipakai, mulai lensa kit hingga lensa fix bukaan konstan menjadi pilihan. Toko-toko kamera seprti Fujishopid, Sinar Photo dan juga Doss menjadi pilihan fotografer pemula hingga profesional.
Pertanyaannya, dengan segala pengalaman dan juga gear yang dimiliki, apakah seorang fotografer akan mengambil jalan sebagai fotografer khusus yang hanya mengambil satu genre fotografi atau menjadi all rounder yang bisa di segala medan? Pastinya pertanyaan ini pernah ada di setiap fotografer yang sudah pernah berkarir di bidang fotografi. Namun, tidak tertutup kemungkinan, seorang fotografer memulai karir di bidang prewedding, akhirnya memutuskan menjadi fotografer makanan karena tuntutan klien yang banyak ketika itu dan juga komunitas yang diikutinya. Benar atau benar?
Sesungguhnya menjadi seorang fotografer khusus yang hanya mengambil satu genre dalam bidang fotografi menjadi pilihan sulit di awal. Boleh ditanyakan ke fotografer tertentu kenapa akhirnya terjun di satu genre saja, dan tentunya akan menjawab dengan cerita yang panjang berliku. Harus mengorbankan satu atau beberapa keinginan fotografi di bidang tertentu. Dengan fokus pada satu genre, akan memberikan predikat ahli dalam bidang itu. Begitu pula alat fotografi yang dimiliki akan terfokus pada satu genre saja. Kesempatan untuk dikenal akan semakin terbuka jika fotografer khusus ini berhasil memberikan sentuhan khusus pada karya yang dimilikinya, berbeda dari fotografer lain, baik itu style, toning, posing, dan hal spesifik lainnya. Dari harga pun akan berbeda dan bahkan bisa lebih mahal dari fotografer sekitarnya.
Bagaimana dengan fotografer all rounder?
Berpredikat "bisa" di hampir setiap genre fotografi memberikan keuntungan untuk jenis fotografer ini. Peluang untuk bisa eksis disetiap lini fotografi menjadi kekuatannya. Ketika salah satu genre tidak laris, fotografer ini masih bisa eksis di bidang keahlian lainnya. Ketika krisis corona virus tahun 2020, misalnya, banyak fotografer wedding dan prewedding terpaksa gantung kamera. Namun tidak untuk fotografer all rounder yang bisa beralih menjadi fotografer makanan, produk, bahkan menjadi fotografer makro untuk mendulang cuan.
Pilihan ini selalu akan menghantui fotografer jika hanya berpangku tangan, kurang kreatif, menunggu waktu yang tepat, bertahan konvensional dan cara lama.
Ingin menjadi yang mana? Mari bergerak dari sekarang!

Comments
Post a Comment